Tampilkan postingan dengan label Din. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Din. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Januari 2011

[ Fanfic ] Little Secret (chap 1)

Title : Little Secret

Author : Opi Yamashita

Genre : Romance mungkin #plakk

Rating : PG

Cast : Kei Inoo (HSJ), Sho Sakurai (Arashi), Yamashita Tomohisa (NewS), Opi Yamashita (OC), dan selentingan orang numpang lewat

Disc : Kei Inoo, Sho Sakurai dan Yamashita Tomohisa itu kepunyaan Okaa-san dan Otou-san serta JE. Opi Yamashita itu OC saia.

Gomen kalo jelek. Ini cuma hasil dari waktu saia yang terlalu luang -padahal tugas laporan praktikum menumpuk-. Kalo gak suka ceritanya lempar ajah c Inoo #plakk...

Ini penpik pertama saia yang dipost setelah Din membujuk saia -kasarnya memaksa saia- untuk memposting penpik nya..

Douzo~~~~~ #nyungseb ke lemari


Opi menghapus keringat di keningnya. Hari ini hari yang melelahkan untuknya. Sekaligus hari yang buruk.

“Daijoubu yo. Ini hanya latihan pertandingan.” Kata-kata itu keluar dari Sho, pelatih basketnya. Opi menoleh dan mendapati Sho sedang menyemangatinya dengan senyumnya yang dipastikan membuat seluruh wanita pingsan.

“Ha------i,” jawab Opi lemas.

Hasil latihan pertandingan hari ini memang tidak begitu bagus. Selain karena tim lawannya yang terhitung kuat, faktor lain adalah karena teman-teman timnya kelelahan. Timnya mengetahui kekuatan lawannya sehingga mereka latihan hingga malam dan hasilnya mereka sama sekali tidak bisa berkonsentrasi karena kelelahan.

“Ini pembelajaran untuk kalian. Tidak baik juga kalau kalian memaksakan diri. Tubuh kalian kan membutuhkan istirahat, “ kata Sho di sela-sela evaluasi dengan semua anggota tim.

“Untuk hari ini cukup. Sekarang kalian pulang dan istirahat. Persiapkan diri untuk latihan besok sore.”

Opi dan teman-teman timnya membubarkan diri untuk mengambil barang-barang mereka. Sepertinya semuanya memikirkan hal yang sama. Akan sangat menyenangkan jika mereka cepat-cepat pulang lalu mandi dan tidur.

“Yamashita!” panggil Sho saat Opi sudah akan berbelok kearah halte bis.

“Hai?”

“Masih memikirkan pertandingan tadi?” tanya Sho.

Opi tidak bergeming. Opi dan Sho hanya berjalan berdampingan melanjutkan perjalanan mereka.

“Tadi memang sayang sekali. Kalau kamu berhasil melakukan 3 point, tim kita pasti menang,” lanjut Sho membuat Opi semakin lemas.

“Tapi aku yakin kamu sudah melakukan yang terbaik. Karena kamu yang paling berjuang tadi.” tambah Sho sambil menatap Opi.

Kata-kata itu entah kenapa membuat Opi senang. Tanpa ia sadari, Opi tersenyum lebar.

“Aku yakin semua melakukan yang terbaik. Demo...arigatou!”

Tanpa peringatan apapun, tiba-tiba Sho memeluknya. Hal yang tiba-tiba ini membuat Opi hanya bisa mengerjap matanya dan sedikit panik.

“Ano...Sho-sensei...”

“Sebentar saja. Biarkan seperti ini. Hanya 5 menit,” kata Sho tepat di telinga Opi. Tiba-tiba wajahnya merasa panas dan memerah. Opi tidak melakukan penolakan atau apapun. Ia hanya diam menikmati kenyamanan yang ditimbulkan dari pelukan Sho.

Tepat pukul 8 malam Opi sampai di rumahnya. Opi memutuskan langsung pergi ke kamarnya dan mandi. Mungkin itu akan sedikit mengurangi rasa lelahnya.

Opi meletakkan tas olahraganya di tas meja belajar. Sekilas ia melihat foto miliknya yang terpajang di dekat lampu. Di dalam foto itu ada dirinya dan Sho saat festival di sekolahnya. Tiba-tiba wajahnya kembali memanas. Ini buruk, batin Opi.

Sudah 3 bulan Opi menjalin hubungan dengan pelatihnya itu. Hubungan mereka sangat dirahasiakan sehingga tidak banyak yang tahu, termasuk teman setimnya. Akan sangat bermasalah jika sekolah tahu bahwa salah satu muridnya berpacaran dengan guru. Satu-satunya orang yang mengetahui hanya Din, sahabat Opi.

Opi langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. Berharap pikiran tentang Sho segera menghilang karena memikirkan Sho ternyata tidak baik untuk jantungnya.

Karena berpacaran dengan seorang guru, otomatis waktu mereka bersama pun hanya sedikit. Walaupun setiap hari Opi bertemu dengan Sho, tapi praktis mereka tidak bisa seperti pasangan lain yang mempunyai pacar di sekolah. Jika berpapasan, Opi akan bersikap seperti layaknya murid pada gurunya. Begitu juga sebaliknya. Sho akan bersikap seperti layaknya seorang guru. Mereka bisa bersikap seperti sepasang kekasih saat latihan basket berakhir. Itupun hanya sebentar karena kadang-kadang latihan tim basket selesai hingga malam hari.

“Lebih baik aku segera mandi,” ujar Opi lebih kepada dirinya sendiri.

Opi menyambar handuknya dan berjalan ke arah kamar mandi sambil bersiul.

Are? Kenapa dikunci? Apa Papa atau Tomo-niichan sedang mandi? pikir Opi saat mendapati pintu kamar mandinya terkunci.

Saat Opi sedang memikirkan siapa yang ada di dalam, tiba-tiba pintu terbuka dan menghantam kening Opi.

“Ittai~” keluh Opi sambil berjongkok menahan sakit.

“Ah~ daijoubu?” tanya orang yang baru saja keluar kamar mandi.

“Ini sakit tahu!” teriak Opi sambil masih meringgis kesakitan. Kepalanya mendongak ke atas untuk melihat pelaku yang membuatnya kesakitan. Tapi kemarahannya ia urungkan setelah ia tahu siapa yang ada dihadapannya,“Kamu?”

“Ada apa, Opi?”

“Kenapa, Opi?”

Rentetan suara itu keluar dari Papa dan Tomohisa, kakaknya.

“Ano...gomen. Tadi...” belum sempat orang yang menyebabkan kening Opi kesakitan itu menyelesaikan kata-katanya, Opi segera memotong.

“Tadi tidak sengaja keningku terkena pintu,” jelas Opi sambil mengusap keningnya yang masih kesakitan.

“Ho~ Papa pikir ada apa.”

“Tapi....” Opi akan melanjutkan kata-katanya.

“Nani?” tanya Papa.

“Kenapa orang ini ada di sini?” ucap Opi sedikit teriak sambil menunjuk orang yang tadi menghantam keningnya.

“Opi, mulai hari ini Kei akan tinggal di sini,” jelas Tomohisa saat semuanya berpindah ke ruang makan.

“Apa? Kenapa aku tidak tahu?” sungut Opi agak kesal.

“Kamu sibuk dengan latihan basketmu. Jadi aku pikir nanti saja memberitahumu.”

Opi menatap laki-laki yang bernama Kei itu yang sedang membaca dengan tatapan kebencian.

“Sampai kapan dia di sini?”

“Sampai dia lulus.”

Mimpi buruk. Berarti selama 2 tahun akan tinggal bersama, rutuk Opi dalam hati.

“Aku tidak masalah dia tinggal berapa lama, asal dia tidak mengganggu kehidupan aku,” ucap Opi lalu pergi ke kamarnya.

Keesokan harinya Opi pergi ke sekolah dengan lunglai. Tidak ada semangat sama sekali. Ingin sekali dia tidak pulang ke rumah hari ini.

“Haa~” desah Opi seolah mengeluarkan nasib buruk yang menimpanya.

“Kowai~ desahanmu panjang sekali,” seru seseorang.

Opi menoleh ke arah sumber suara.

“Ah~ ohayou, Din-chan” sapa Opi dengan suara lemas.

“Ohayou.. kenapa dengan wajahmu? Lebih kusut dari biasanya.”

“Sebenarnya...”

Opi menceritakan kejadian tragis di rumahnya. Hal ini benar-benar tragis untuknya.

“Kei? Kei Inoo maksudmu?” tanya Din setelah Opi menyelesaikan ceritanya.

Opi mengangguk.

Tiba-tiba Din tertawa terbahak. Sangat keras. Beruntung mereka sekarang ada di atap sekolah sehingga tidak ada yang mendengarnya.

“Kenapa kau tertawa?”

Din tidak langsung menjawab. Ia meredakan tawanya terlebih dahulu. “Sudah lama aku tidak bertemu dengannya.”

“Bukan itu inti dari masalahnya. Kau kan tahu aku sangat membenci dia.”

Din mengangguk mengerti.”Karena kejadian saat kita berumur 6 tahun kan?”

Kejadian saat umur 6 tahun itu adalah saat Kei Inoo melakukan hal yang membuat Opi membenci Kei seumur hidupnya. Kejadian ini saat mereka mendatangi sebuah pesta di sebuah rumah bersama orang tua mereka masing-masing. Kei dan teman-temannya membuat sebuah permainan. Siapa yang kalah, akan melakukan hukuman dari setiap orang. Saat giliran Kei yang kalah, semua temannya memberi hukuman yaitu mencium Opi. Karena tidak mau dianggap pengecut akhirnya Kei melakukannya pada bibir Opi. Saat itulah perang antara Opi Yamashita dan Kei Inoo dimulai.

“Kejadian yang memalukan,” kenang Opi kesal.

“Dimana sekolahnya?” tanya Din mengalihkan pembicaraan.

“Nii-chan bilang kalau tidak salah di Horikoshi gakuen.”

“Sugoi~ kamu tahu? Di Horikoshi gakuen terkenal cowok-cowok keren,” ucap Din semangat. Din yang baru saja putus dengan Keito, kohai Opi dan Din, memang sedang mencari ‘hiburan’ baru.

“Aku tidak tahu. Dan aku tidak peduli,” jawab Opi sambil berjalan ke arah pintu keluar karena bel sekolah tanda pelajaran dimulai sudah berbunyi.

Sore ini Opi kembali bersemangat untuk latihan. Din sudah pulang dengan diantar oleh Keito. Sepertinya akan ada yang rujuk, pikir Opi jahil.

Latihan hari ini sama beratnya dengan latihan sebelumnya. Karena pertandingan antar SMA akan segera dimulai. Keio gakuen hanya menempati runner up saat pertandingan tahun lalu. Hal ini membuat semua anggota tim merasa bersemangat untuk meraih kemenangan mereka. Saking semangatnya, mereka lupa kalau waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 malam, waktu yang sangat terlambat untuk pulang. Semua anggota tim bergegas pulang dan bersiap untuk latihan kembali besok.

Di saat semua teman-temannya pulang, Opi hanya duduk lemas di pinggir lapangan. Rasanya dia tidak sanggup untuk pulang.

“Doushite?” tanya Sho yang kini sudah duduk disampingnya.

“Eh?” Opi lalu menggeleng.

Sho tersenyum lalu meletakkan kedua tangannya di kedua pipi Opi dan menghadapkan wajahnya ke wajah Opi membuat Opi shock.

“Aku tahu saat kamu ada masalah. Ayo ceritakan!”

“Ano...di rumah...ada orang yang sangat aku benci,” Opi memulai ceritanya.

Sho diam sambil menyimak cerita Opi.

“Orang itu...mulai kemarin sampai dia lulus akan tinggal di rumahku. Sekitar 2 tahun.”

“Lalu?”

“Aku...benar-benar membenci orang itu,” Opi menekankan kata-katanya kembali.

“Kenapa kamu membencinya?”

“Dia...”

Opi mulai menceritakan kenangan buruknya dengan hati-hati. Ia takut ceritanya membuat Sho marah. Kekhawatiran Opi beralasan karena tiba-tiba Sho diam. Senyum yang tadi dia perlihatkan sedikit memudar. Apa Sho-sensei marah?, batin Opi.

“Sho-sensei?” panggil Opi karena Sho tidak berbicara apapun.

Sho bangun dari bangku panjang lalu membereskan barang-barangnya.”Lebih baik kita pulang. Sudah malam,” katanya kemudian.

“Kenapa? ” Opi heran dengan perubahan sikap Sho. Ia yang menyuruhnya bercerita tapi dia tidak menanggapi. Itu membuatnya kesal.

“Kamu sudah selesai kan?” tanya Sho tanpa menatap Opi.

“Sudah sih,,” jawab Opi ragu.

Untuk beberapa saat Opi dan Sho diam karena sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Sensei!” panggil Opi memecah keheningan.

Tidak ada jawaban.

“Sensei!” panggil Opi lagi.

Masih tidak ada jawaban.

Opi kini geram melihat kelakuan pelatih sekaligus kekasihnya itu. Sho boleh lebih tua 8 tahun darinya, tapi kelakuannya tidak jauh berbeda dengan laki-laki berumur 17 tahun.

“Sho-chan!!” panggil Opi kesal.

Sho menoleh dengan panik lalu menghampiri Opi.

“Apa yang kamu lakukan? Kita kan sudah sepakat tidak memanggil seperti itu di sekolah,” ujar Sho panik.

“Itu salahmu tidak menjawab panggilanku,” balas Opi cemberut.

“ada apa?” tanya Sho akhirnya.

“Sho-chan cemburu?” tebak Opi.

“Tidak.”

“bohong.”

“Aku tidak cemburu.”

Opi sedikit kecewa dengan jawaban Sho.

Sho menatap Opi dan dengan singkat tangannya meraih wajah Opi sehingga jarak mereka menjadi sangat dekat lalu menyentuhkan bibirnya ke bibir Opi. Itu sangat tiba-tiba sampai Opi tidak sempat memejamkan matanya.

“Eh?” Opi kini tidak bisa berpikir apa-apa.

“Itu bayaran karena dia sudah merebut ciuman pertamamu,” jelas Sho dengan muka memerah.

Mendengar kata-kata Sho, Opi lantas tertawa.

“Kenapa tertawa?” tanya Sho bingung.

“Itu kan hanya ciuman tidak ada artinya. Aku hanya kesal karena dia berani melakukan itu padaku,” jelas Opi kembali kesal karena mengingat kelakuan Kei.

Sho diam karena masih memikirkan tindakan bodohnya pada anak didiknya sendiri.

“Sensei?”

“Hmm?”

“Boleh sekali lagi?”

Sho sedikit kaget dengan permintaan Opi. Tapi ia senang dan mengangguk tanpa banyak berpikir.

Miki memejamkan matanya lalu Sho mengecup pelan bibir Opi. Lebih lama dari sebelumnya dan lebih membuat jantung Opi berdegup kencang. Opi sangat senang karena ini pertama kalinya Sho menciumnya.

“Ayo kita pulang!” Sho mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh tangan Opi. Mereka pulang dengan bergandengan tangan. Ini pun yang pertama kalinya untuk Opi. Karena sudah malam, mereka sama sekali tidak khawatir ketahuan oleh staf sekolah.

Saat di gerbang sekolah, Opi melihat orang yang dia kenal. Orang yang sama sekali tidak ingin ia temui saat ini. Kei Inoo.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Opi ketus.

“Menjemputmu. Apa kau tidak sadar kalau Papamu sudah menelepon berkali-kali sampai aku disuruh untuk kesini?” Kei bertanya balik dengan ketus pula.

Opi meronggoh keitai-nya di tas. Dan benar yang dikatakan oleh Kei. Papanya sudah menelepon sebanyak 6 kali.

“Ayo pulang!” perintah Kei sambil berbalik akan pergi.

“Tapi....”

Opi enggan pergi dengan Kei Inoo. Ia ingin Sho yang mengantarnya. Terlebih dia baru saja menceritakan tentang Kei pada Sho. Opi merasa tidak enak.

“Daijoubu. Pulanglah bersamanya. Mata ashita,” kata Sho seolah menjawab kekhawatiran Opi. Sebelum berbalik, Sho mengecup pelan kening Opi. Dia sedikit malu karena Kei melihat dengan jelas.

“Oyasumi,”

“Oyasumi,” balas Opi lalu ia berbalik pulang bersama Kei.

“Tidak apa-apakah?” tanya Kei tiba-tiba.

“Hmm?”

“Sepertinya orang itu bukan murid Keio. Terlalu tua untuk seorang murid.”

“Itu bukan urusanmu,” sungut Opi kesal.

“Dia sensei kan? Apa tidak apa-apa berpacaran dengan sensei? Kalau ketahuan pasti....”

“Aku bilang itu bukan urusanmu,” teriak Opi lalu mempercepat langkahnya meninggalkan Kei di belakangnya.

“Apa yang salah dengan ucapanku?” tanya Kei pada diri sendiri karena Opi sudah berlari menjauhinya. Sesaat Kei berbalik dan di sana ia masih melihat orang yang bersama Opi tadi sambil menatapnya.

“Hei!” panggil Sho pada Kei. “Kamu yang bernama Kei Inoo?” tanya Sho sedikit teriak karena jarak mereka yang lumayan jauh.

Kei tidak mengeluarkan suara apapun. Ia hanya diam sambil menatap seolah menantang laki-laki di hadapannya.

“Aku Sho Sakurai, pacar Opi,” kata Sho tersenyum.”Aku harap kamu tidak macam-macam pada pacarku,” lanjutnya sambil berbalik dan meninggalkan Kei yang kesal karena seolah ia yang ditantang sekarang.


TBC~

Gyaa~ jelek yah? *tipe orang yang memutuskan sendiri
jika berkenan, dikomen yah...
ahahahaa...
#kabur~

Selasa, 16 Juni 2009

[FANFIC] Cutie Creatures

Hahahahay
AIL masih ongoing
maap lama, saia ngestag
tapi saia bawa ini
masih ada nama" HSB nya juga, ko XDDD

jangan rajam saia XDDD




Title : Cutie Creatures

Author : Nu Niimura
Genre : Plotless
Rating : G
Disclaimer : I do own SAN XDDDD *ngarep*

“Nu, Daichan mana?”, tanya Din
“Ada, dirumah~”, jawab Nu santai sambil belay” pala SAN
“Ikh…yang disayang” kok cuman SAN, sih? Kan bunda kasiin Daichan ke Nu supaya disayang-sayang juga…”, kata Din
“Maap, deh…abis, SAN seduktip, sih…jadi aku pengennya ama dia terus…”, bales Nu sambil kissu-kissu SAN
“Eh? Kok di kissu-kissu?”
“Emangnya napa, Bunda? SAN sehat, kok. Ngiri, yah? Kissu-kissu aja Takaki nya…”
“…ng . .” , akirnya Din peluk Takaki, Takakinya cuman ngusel” manja di dada Din

“Emang Daichan ga pernah berantem ama SAN kalo dirumah, Nu?”, Opi nimbrung
“Engga. Ajaib, deh… Tapi aku belum kasi tau Hubby kalo Dai dai ada dirumah…”
“Jiah, pantes adem-adem aja”, ujar Opi
“Kalo Hubby tau, pasti Dai dai ga bole ada dirumah aku…”, NU berubah murung
“Aah...kenapa ga bilang dari awal?”, Din yang ngeliat Nu murung jadi terbawa
“Maap, aku juga ga inget kalo Hubby orangnya keak gitu. Akunya juga sih, maen bawa Dai dai gitu aja, imyut sih, masih kecil…”

“Yaudah, Daichan ama aku aja. Jadi bisa nemenin Kei dirumah. Kasian Kei, kalo aku lagi sibuk, dia cuman duduk mrengut deket piano. Padahal kan Kei selalu nemenin aku kalo Toma lagi pergi…”, tawar Opi sambil ngusap-ngusap sebelah tangan Kei ke pipinya



Tiba-tiba . . .

“Minna~ Yabu sakiiit”, Miyuy datang dengan berlinang air mata
“Kenapa?!”, ketiganya njawab berbarengan
“Ga tau. Tadi pagi pas aku bangun, Yabu udh ga sehat –hiks-“, jawap Miyuy masih sedikit sesenggukan

“Sekarang Yabunya mana?”, tanya Din
“Ada sama dokter…”
“Oh, bagus, deh…moga dia ga kenapa-kenapa…”, bales Din lagi sambil sesekali tepokin pundak Miyuy


Beberapa saat kemudian. Di ruang dokter

“Jadi Yabu saia kenapa, dok? –hiks-“, tanya Miyuy ke dokter yang barusan meriksa Yabu
“Ooh..ga ada yang parah, ko. Pencernaan nya sedikit bermasalah, bisa jadi karna salah makan…”, jawab dokternya disertai senyuman menenangkan bak Yamapi di dorama Code Blue. Tssah~
“Gitu ya, dok…”
“Ga usah khawatir, minum obat beberapa kali juga udah bisa sembuh, kok…”
“Aah, shimeta ne~ “, ujar Miyuy kontan meluk Yabu erat-erat


Setelah Miyuy ama Yabu keluar dari ruangan dokter

“Gimana, Yuy?”, tanya Opi khawatir, sementara Kei toel-toel tangan Yabu, malah keliatan manis
“Yabu ga pa pa kok, cuman salah makan…”, Miyuy udah bisa tenang,keliatan banget waktu ngusap-ngusap pala Yabu ke pipi, lovingly “..Yabu suka nakal, sih…waktu mau tidur aja, ada di pelukan aku, waktu aku bangun, entah dia udah ada dimana, grusak grusuk cari makanan sembarangan…”
“Set dah, Yabu kelaperan. Tapi sukur, deh kalo sakitnya Yabu ga parah”, gumam Din
Hape Nu tiba-tiba bunyi. Ada mail masup
“Eh?
Minna, kerumah aku, yuk? Hubby aku besok pulang, jadi sekalian Nov” bawa pulang Dai dai…”, tawar Nu
“Ayok, ayok…”, Miyuy yang pertama ngasi respon
“Beneran ga pa pa , Nu, Daichan dibawa sama Opi?”, kata Din
“Ya apa-apa, sih. Tapi mao gimana lagi, abisnya Dai dai ga bisa ada dirumah aku kalo Hubby pulang. Uuh…padahal Dai dai imyut kiyut kiyut…”, Nu keliatan sedih, bak mau ngelepasin anak yang baru hari pertama masup TK
“Tenang, Nu…Daichan bakalan aku rawat baek-baek, kalo pengen ketemu, maen aja kruma aku”, ujar Opi
“Iya, deh…”


Dirumah Niimura
Selama Din, Opi, Nu, Miyuy sibuk ngerumpi, Takaki, Kei, Yabu dibiarin maen bertiga

“(dalam bahasa mereka) Eh, maksutnya Daichan yang mau dibawa pulang ama majikan gw tuh dia?”, kata Kei sambil ngelirik seekor kitten item belang-belang yang lagi tidur dengan imyutnya diatas bantal
“Keaknya sih, iya…”, jawab Takaki barengan ama Yabu
“Jiah. Kalo majikan gw berpaling ama dia, gimana?”, kata Kei, si kucing berbulu warna gelap
“Itu sih, derita lo”, jawab Takaki cuek
“Ah, sial”, Kei mendengus

“ ‘ki, gw laper, nih…cari makanan, gih”, Yabu noel-noel Takaki
“Ogah. Kenapa harus gw yang cari? Lo aja, ‘no “, lempar ntu kucing berbulu honey blonde ke Kei
“Huh”, Kei ngambek
“Pake ngambek, pula. Okeh, okeh, gua yang cari makan”, kata Takaki akhirnya
Takaki puter otak. Dia inget kalo tadi pagi sebelum pergi dari rumah, Din sempet masukin Whiskas seplastik kecil kedalem tas *kucing yang pintar*
Kucing ramping dan elegan itu mulei deketin tas punyaan Din yang ditaro gitu aja dilante, nyium-nyium apakah ingetannya bener, di ntu tas disimpen Whiskas.
Aroma Whiskas rasa burger (authornya ngarang) kesukaan Takaki tercium jelas, bikin dia jadi kepengen ngiler.
Mayan lama Takaki bongkar-bongkar tas Din, tapi Whiskas rasa burger yang dicariin belom juga ketemu

“Apaan, nih?”, pikir Takaki bingung waktu nemuin benda bulet gepeng, punya gagang, ditengahnya ada wajah orang
Bingung. Takaki terus bercengkrama (idih, bahasanya =__= ) dengan benda asing itu, sampe lupa tujuan sebenernya

“Oi! Lama amat! Udah, blon?”, Yabu treak
Waktu Takaki nyadar, benda asing itu udah rusak tercabik-cabik dia punya cakar, wajah orangnya jadi udah nggak keliatan kalo tu wajah orang lagi

-Kriiiet- suara pintu dibuka

“Takaki, Kei, Yabu~ Kalian udah laper, blom? Makan yuuk?”, suara yang begitu dikenal Takaki, Din



“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….!!!!”
Din treak histeris

Opi, Nu, Miyuy, cepet-cepet lari ketembat bersumbernya suara

“Ada apa, Bunda?!!”

“UCHIWA GAMBAR AYAH…RUSAK. UDAH GA BERBENTUK!!”, Din murka
“…DASAR KUCING NAKAL!!!”

“Wwwrreong!”, Takaki dipukul Din sampe mental sekitar setengah meteran

“Kyaa…kasian, kenapa dipukul…?”, Miyuy treak pilu
“Mana, mana kucing nakal?”, Opi ngikut-ngikutan “…wah, uchiwa Tego yang limited edition, belinya susah, rebutan ama jutaan fans laen…”

Opi ngikutan, nendang Takaki sampe mental keluar jendela
Sebenernya, buat Opi, bodo amat kalo tu uchiwa gambar Tego rusak, tapi dianya keki aja ama tu kucing punyaan sohibnya yang entah kenapa saban liat ntu kucing, bikin dia jadi inget Jin Akanishi (apa hubungannya? O__o’). Puas hati Opi, bisa nendang Takaki sampe mental keloar jendela
(warning: ANAK BAIK, PENYAYANG BINATANG, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA INI!)

Din yang meratapi wajah Tego yang tercabik-cabik di uchiwa, ga nyadar kalo kucing kesayangannya sekarang udah entah pegimana nasibnya

Ga butuh waktu lama, Din udah duduk dipojokan, nelpon Tego sambil misuh-misuh geje
“Ayaaah…masa uchiwa gambar ayah . . . “


Sudahlah, lupakan sejenak. Kita beralih ke Takaki, si kucing malang, yang ternyata nasib malangnya

Di bawah jendela, SAN, puppy Yorkshire imyut punyaan Nu lagi dirayu-rayu ama Jin (bukan Akanishi =..=), Jack Russell punyaan tetangga
Ni anjing kecil tapi lincah (baca: Jack Russell) emang aneh, udah bulunya belang item sama blonde, ga isa bedain antara cewe ama cowo pula, dia lagi pedekatean ama SAN *author ngarang, ga bisa bayangin kalo Yorkshire kawin ama Jack Russell anaknya jadi keak apa ~__~*, tapi jangan salah, Jin bisa galak banget kalo ama yang ga dia suka


Brukk- Takaki jatuh diantara SAN dan Jin

“Grrr…”
Mendengar suara itu, perasaan Takaki jadi nggak enak


“LARIIIIIIII….!!”, Takaki ambil langkah seribu berasa dikejar ama anjing ga dikenal

Lari

Terus lari

Terus, terus lari


Takaki kecapean, baru berani memperlambat langkah waktu dipikirnya tu anjing udah kagak ngejar dia lagi



“Dimana ini?”, Takaki cengo. Mengo. Bengong




Sementara itu, kembali kerumah Niimura
“Manis, maap yah, tadi abang ngejar kucing dulu bentar. Abis kesel, sih…ganggu aja…”, Jin nempel-nempel ke SAN, genit
“Iyah, ga pa pa…”, jawab SAN sok malu-malu kucing (malu-malu anjing harusnya =w=)

Lupakan pasangan aneh itu =___=


Di dalam rumah

“Haai, Dai dai udah bangun, ya…”, Nu senyum-senyum “…Kyaaaa, imyutnyaaaa~”
Dai dai, si kitten imyut baru bangun, matanya masih ngerjap-ngerjap

“Iyaaah, imutnya…jadi inget waktu pertama liat Yabu di pet shop, masi kecil, imut, fragile. Waktu itu Kibum-oppa juga langsung setuju bawa Yabu pulang…”, ujar Miyuy

“Uuuh…”, berdua, mereka mengagumi keimyutan Daichan, kitten yang dikasiin Din buat Nu karna diantara mereka cuman Nu yang nggak punya kucing


“Oke, Nu. Bisa aku bawa pulang Daichan sekarang?”, kata Opi


Nu cuman ngangguk pasrah
Gitu juga waktu Opi mulei ngangkat Daichan. Abis mao gimana lagi, Kyo Niimura, lakinya, agak ‘gimanaaa getoh’ ama makluk yang namanya kucing =__=






“Dadah Dai dai…”, Nu sedih
“Myu~”, bales Daichan singkat, imyuuut banget T^T *author nulis sambil bayangin*

“Kita pulang dulu ya, Nu…”, kata Miyuy



Din juga mau pamitan, tapi mendadak nyadar sesuatu

“Eh? Takaki mana?”





Disuatu tempat yang entah jauh entah dimana

“Gw nyasaaaaaaaaaaar “, Takaki meratap, tapi hanya terdengar seperti sebuah eongan ditelinga beberapa orang yang melintas








(mungkin) TBC



komenin, yah XDD

Rabu, 20 Mei 2009

Dinchan yang pusing...@.@

Tuhannnn!!!help!!!
kenapa jadi gini...@.@

OMG....

O
H

M
Y

G
A
C
K
T

*nurutin nuy*

hikz......entah napa lagi gak semangat ngapa - ngapain...
tapi bikin penpik jalan terus...

hoy!!mana chapie 2....??
*nagih ma nuy*

eh..jadi gathering hari minggu..
*bahasanya sok keren*

katanya mau nonton??bagaimana seh??
hahaha...

jaket tinggal nunggu hari udah selse...
ayo bayar!! *tukang nagih aka Rentenier*
wahahahaha...


hukz..
ntar tgl 1,2,3 Juni...
Q ngebolang dulu di Subang kawand...
jangan pada kangen yah...
hahaha..
Kemah alam neh..^^

udahan..mw posting di blog sendiri...
mohon pamit..^^

^^dinchan Tegoshi^^

Sabtu, 16 Mei 2009

Desperatenya Desperate Housewives....^^

by. Tegoshi Dinz..

Setiap kali din bilang..."Mau gathering ma nak DH..." terus pertanyaan yang muncul pasti
"Apaan tuh DH?"
dah gitu din jawab, "Desperate Housewives" dengan bengeut watadoz saia tea..
dah gitu pertanyaan selanjutnya pasti, "Apaan tuh?" -perasaan pertanyaanya sama-
dah gitu din bilang, "Istri - istri kesepian,,suaminya pada pergi konser."
Biasanya yang lain langsung bilang, "Pasti jejepangan yah?" atau "Jiah! ngayal lagi!" tapi begitulah....Q dan teman - teman seperjuangan yang daya khayal kita melampaui orang biasa..
gag usah dimasalahin..toh kita juga tetep ajah manusia biasa....punya rasa punya hati...*kek lagu SERIUS BAND* wahahaha..
Kita seneng..kita nyaman ma keadaan ini..hehehe..terserah dah orang mau bilang apah..din gak terlalu musingin apa kata mereka...
din ikut posting foto nuy yang desperate...qta emang desperate bangedh!!hahaha



Jadi...tadi Qta gathering bentar...karena si Opi ternyata mau pulang kampung ke Karawang udah gitu Miyuy lagi sibuk...jadi qta berdua lah *baca: Nuy n din* yang menggila di bapa...
saia sebagai bunda yang durhaka nyekokin anak saia yang paling capruk ntuh dengan BOYBAND...cate...BOYBAND...tu anak emang sialu banget ma yang namanya mahluk BOYBAND...tapi...tadi Q cekokin PV Rescue..hahaha
dah gituh nulis penpik tapi idenya gak keluar - keluar...
hadoh..perlu pencerahn..din harus liat HSB dulu ampe mabok, baru bisa nulis tu penpik..hehehe
buat semua orang...maaphin din...penpiknya kagak jadi - jadi..T.T

@novi : gimana tuh adegan kau ma inoo??aku baik kan??baik kan???hahahaha..
@nuy : ntar ntar liat pv HSJ ma KATTUN...ato liat konser KATTUN ya neng??okeh okeh??
@miyuy : tunggu postingan saia dan nuy yah..^^

Terus...din mau cerita soal POPPIS LOVISH...berhubung kalian semua gak ada yang ikut kesana...T.T padahal asalnya mau ngegejeh bareng di acara jepang...tapi..miyuy pergi..opi ke pangandaran...nuy nolak..keknya dia takut liat boyband..*ditampol..*
ternyata acaranyaaaa...Rame bangedhh!!hahaha...
disana ada yang perform SNSD,,,ada SNSD yuy!! terus ada yang ngedance Mirotic ma Sorry Sorry...kereeeeennnn!!!
yang lebih keren,, LUNAR perform beda...biasanya mereka cuma cosplay..tapi sekarang... KABARET COSPLAY...dengan cerita tentang..INUYASHA!!!^^ keren pan??hehehe...n din berhasil foto ma menk yang jadi Seshoumaru..

din dengan menk...*cakep bgdh dia..XD*

Crowdednya POPPIS LOVISH

Emang crowded banget tu tempat...gileee...ampe malem juga tetep ajah penuh..hoho...Q sempet naek turun, dah gitu keujanan, kedinginan...patah lah!!hahha..balik - balik jam 8 malem..T.T badan pegel, tapi hati senang melihat LUNAR dan dance keren...wahahaha..
ditengah acara, Q sempet maen Truth or Dare...gila pan??hahaha...sempet tereak di dalem mall gara - gara Dare dari Ruka..huffft..hari yang melelahkan..dan menyenangkan...!!!^^

Tegoshi deenz...
cacaprukan saia...^^

Jumat, 15 Mei 2009

Yay! Ke bapa ! Ke bapa o(>w<)o

Hahahay
gath desperate d bapa XD

sayang miyuy ga iqt
=__=

ngulik penpik HSJ
(o^ ^)o


jiaaaaaaaah~
badan pd sakit
abz uprak kimia maren TwT
kalo hari ini bnrn uprak OR, pagi" kudu ke lpngn UPI
trs lari d sana
kyo bisa" lgs jd DUDA KEMBANG
TwT

capeeee
maren titrasi ngulang mp brp kali gra" titik akir ny klwtn
indikatorny 3, pula
hrus d ukur mk gelas ukur
= A =

SAN: ngrjain titrasi tu kudu konsentrasi, setetes..setetes, kocok biar homogen.. lbh stnga tetes uda klwtn, dh
nu: itu juga udah, dudul =..=
SAN: boong.. buktinya klwtn mp 4 kali~
nu: itu pan krn uda lma g titrasi - 3- *ngeles*
SAN: maap yah, nu..
nu: eh, maap buat apa ? O__o'
SAN: gara" mikirin aku mulu, titrasi ampe gagal 4 kali
nu: jiah =___=



betewe
bunda ko pinter, sih ?
cari slngkuhan nama ny sama keak swmi
=w=


aku doain, dah
nov" dapet Al ama SO4 XDDDD
*dikeplak nov"*


miyuy
tunggu aja postingan qt (?) yg penuh brondie XD

brondie
brondie
brondie
brondie~
(/= .=)/


brondiaea XD
*geje*